Rabu, 08 Februari 2012

Fresh Graduate




your image
Pic source from Google



Dari judul udah ketahuan banget mau ngomongin apaan.....yap "pekerjaan". Hal yang sangat nge-trend banget dibicarain orang-orang kalau seseorang udah lulus menuntut ilmu pendidikan formal. Abis lulus, pertanyaan yang muncul adalah udah keterima kerja belum? Bosen ditanyain?? Bosen ngejawab pertanyaan yang itu-itu aja?? Oooh TENTUUU...tidak salah lagi. Duuuh pusing pala laja jahe kencur, gue ditanyain terus hal beginian, khususnya sama orang yang nggak pernah intense ketemu gue. Gue juga masih pengen traveling dong, meregangkan otot-otot syaraf kaku selama jadi mahasiswa tingkat akhir yang berkutat hanya dengan laptop dan karya Tugas Akhir. Seolah kita nggak boleh ada waktu istirahat sejenak dari kepenatan ngerjain Tugas Akhir selama berbulan- bulan.

    
Throwback ke tahun 2010, dimana gue masih anget-anget tai kotok, muda belia, lugu...fresh from the oven LOL. Ngomong-ngomong soal kerjaan, gue yang lulusan DKV akhir tahun 2010, setelah lulus alhamdulillah langsung dapet kerjaan, walau harus melalui jalan panjang dan beberapa cerita tidak mengenakan selama proses mencari kerja ini, seperti di tulisan sebelumnya. Awal-awal mulai bekerja, biasalah ya layaknya orang yang udah tua renta, segala kerasa, dikit-dikit nggak betah, nggak cocok, nggak sesuai, sensitif, keluar sifat anak maminya. Baru juga masuk 7 bulan, udah resign lagi. Jadilah gue dapet surat pengalaman kerja pertama hanya dalam kurun waktu 7 bulan saja sodara-sodara. Fenomena ini biasa disebut dengan istilah Newbie kalau di dunia maya. 


Terperosok di perusahaan siluman yang belum bener sistem manajemennya??
Kontrak tidak jelas??
Tidak pernah bayar pajak??
Bos pelit?? 
Teman kantor nggak ada yang kece plus bisa dikeceng?? (gubrakk)
Jarak kantor dan rumah jauh sampai-sampai harus nge-kost??
Dikirim dinas ke luar kota untuk alasan yang tidak jelas dan entah apa hasilnya?? 
Selip gaji tidak ada dan gaji yang diterima tak pernah utuh setiap bulan alias tidak transparan??
Apalagi mengharapkan adanya bonus & kenaikan gaji??
Lalu tiba-tiba perusahaannya mengumumkan mau bangkrut dan karyawan satu-persatu dipecat tanpa pesangon??
ANDA PERNAH MERASAKAN SEMUA ITU??


Alhamdulillah yah ini lebih dari sesuatu, ini yang disebut pengalaman dan kerasnya hidup seorang pegawai. Motto pegawai yang "Ngeluh-ngeluh tapi butuh" jadi kedengeran wajar banget, karena dulu gue juga begitu, bruakakakakakak membela diri dan teman senasib. Ada yang bilang "Orang tersiksa dengan pekerjaannya tapi tidak mau keluar karena takut rizki Allah tidak ada selain di tempat yang menyiksa itu, padahal kalau mau berusaha semua pasti ada jalan karena rizki itu adanya di tangan Allah". Betul bener nih omongan...tapi betul juga yah dear kalau cari kerjaan jaman sekarang itu susah. Oooh meeenn, apa atuh yang mudah di dunia ini?? Kalau betul mudah mungkin gue sekarang juga sudah bekerja lagi ditempat impian gue dan tidak menganggur selama iniiiiiiii...WHY...WHY?!?! ehemm maaf sedikit emosi (ini pertanyaan gue saat itu). 


Keras memang hidup ini...lebih keras dari batu dan lebih keras dari kepalamu, sadiiis. Siapa sih yang bilang hidup itu gampang?? Anak konglomerat yang kerjaannya cuma menengadahkan tangan lalu mengalir duit berjuta-juta? Iya dia orangnya? Kalau iya, sini tak' culik terus gue minta tebusan dah tuh ama bokapnya yang semena-mena ngemanjain anak. Terus apa bedanya sama orang yang menengadahkan tangan di lampu merah itu, jika hidup semudah menengadahkan tangan lalu ngalir duit gratis tanpa pungutan biaya dan embel-embel penipuan berhadiah, mungkin gue nggak akan galau, hidup makmur, aman dan sentosa. Tapi memang nasib yah sodara-sodara. Ada yang bahkan nggak berusaha pun hidupnya terasa mudah, dan ada yang berusaha keras sekalipun malah gagal berkali-kali. Tapi jangan kecewa dulu pemirsa, ada satu hal yang pasti dan tak dapat dipungkiri bahwa "proses selama kita berusaha tidak akan membohongi hasil". Hanya mindset kita saja yang sudah terdoktrin malas dan selalu melihat rumput tetangga lebih hijau. 


Kita tidak pernah tahu dibalik hijaunya rumput tetangga, ada hama apa saja yang tersembunyi di dalamnya. Siapa tahu hamanya lebih ganas daripada hama di rumput kita (eaaaa menenangkan diri). Tapi kita sendiri juga pasti bisa merasakan perbedaan skill yang dihasilkan dari proses selama kita berusaha itu. Kalau main game RPG pasti kenal sama yang namanya level up. Karakter utama nggak akan pernah bisa melawan bos penjahat sebelum dia me-level up skill-nya. Maka dari itu bersyukurlah, setidaknya untuk mencapai tantangan hidup yang jauh lebih besar dan sulit, setidaknya kita yang terus berusaha sudah membekali diri dengan skill yang mumpuni. Jadi tidak akan takut lagi dengan beban dan tanggung jawab yang harus diemban. 


Balik lagi ke inti cerita, lalu kenapa gue keluar kerja??? (Hati kecil berbicara)
Ya engga tauuuuu, masa lo nggak bisa baca dari sekian banyak tulisan yang gue bold diatas. Mana alesan yang bisa bikin gue betah kerja disono? (100% benar nancleb ke jantung). Kadang kita mesti realistis juga ya guys. Orang yang mau berkembang ya tergantung dimana arena bermainnya. Kalau arenanya kecil dan sempit ya sudah pasti apa yang bisa dia hasilkan juga nggak seberapa. Karena kalau kita tumbuh menjadi besar, arena yang sempit ini akan membatasi dan menekan tumbuh kembang kita. Jadi kadang nggak ada salahnya juga kita sebagai Newbie dalam dunia pekerjaan ini bersikap seperti kutu loncat. Asalkan tau arah dan tujuan kemana langkah kita untuk berpijak selanjutnya. Kalau bisa kita targetin juga tempat kerja kita selanjutnya harus naik level, supaya embel-embel seperti kantor yang nyaman, gaji yang sesuai, bonus yang jelas, kinerja yang dinilai secara fair untuk kepentingan karir (naik jabatan), dan fasilitas yang diberikan ikut ter-upgrade juga.


Gue tau gue Newbie dan gue relakan dibodoh-bodohi saat pertama kali kerja, namanya juga Newbie, masih fresh graduate. Kalau udah dapet yang namanya surat pengalaman kerja baru deh tuh bukan Newbie lagi, baru boleh songong nego gaji dan show off skill. Oh damn...ternyata perjuangan gue belum berakhir dan perahu dagang gue belum nemuin dermaga yang tepat untuk berlabuh supaya bisa jualan rempah-rempah (halah serasa dijajah aja rempah-rempah).

To be continued ....

Minggu, 05 Februari 2012

Jobseeker




your image
Pic source from Google



Saat gue kecil dan masih sekolah dulu, setiap pagi berangkat sekolah pasti waktunya selalu bareng sama orang - orang yang mau pergi kerja. Ada yang naik kendaraan sendiri dan ada pula yang masih naik kendaraan umum. Tampilan mereka berbeda - beda, tapi yang paling bikin gue ngerasa amazed adalah pegawai bank yang berdandan cantik. Very busy, looks like an important person and makes me want to grow up fast. Entah kenapa gue dulu biarpun casing tomboy tapi dalem hati gue centil (jiah pusing pala incess).


Belakangan saat umur 22 tahun dan baru aja lulus kuliah, gue tau semua hal itu nggak seindah bayangan gue. Terutama memang karena tuntutan hidup yang utama adalah urusan perut. Tapi yang paling menakutkan adalah tingkat kerumitan hidup manusia dimulai dari detik ini. Semua aspek dalam hidup mengalami peningkatan level yang nggak akan bisa kita tolak atau abaikan setiap kali bertambah umur, karena semua manusia pasti tumbuh. Inget!! Di dunia ini nggak ada yang konstan. Seolah mengingat kembali saat-saat graduation day dan berjabat tangan dengan rektor lalu muncul dua tanduk setan dari kepala si rektor sambil tertawa berkata "muhuhahahahaha selamat anda lulus dari fase hidup yang paling mudah, silahkan menikmati kehidupan yang keras dan jahat ini, welcome to the world *smirk





Ngomong-ngomong soal pencarian jati diri, kata orang itu dimulainya adalah saat SMA. Hmm..gue amat sangat nggak setuju. Terlebih lagi, saat itu kita masih punya tujuan pasti yaitu sekolah dengan waktu yang teratur. Biaya makan, biaya sekolah, biaya-biaya lainnya masih jadi tanggungan orang tua, tinggal masih sama orang tua, kadang juga masih di antar jemput orang tua. Jadi apanya yang bisa disebut sebagai pencarian jati diri? Kalau masa-masa SMA adalah masa-masa nakalnya seseorang, punya rasa ingin tahu yang besar, pengen coba-coba, itu sih nggak termasuk sebagai pencarian jati diri. Tapi masuk tahap perkembangan pengetahuan. Ah sotoy deh (suka-suka guelah..biar cepet jangan protes wkwk).


Bagi gue, masa-masa pencarian jati diri dimulai saat udah lulus kuliah, berhenti mengikuti alur yang sudah ditetapkan orang tua dan mulai memilih jalan hidup dengan cara masing-masing sesuai minat dan bakat kita. Biasanya orang-orang bakal mulai kebingungan menentukannya karena sistem pendidikan kita sampai SMA kurang menekankan pada minat dan bakat, kecuali anak yang sudah masuk sekolah kejuruan terlebih dahulu, mungkin mereka sudah lebih punya keahlian dan gambaran untuk terjun ke dunia kuliah, kerja ataupun bisnis. Manusia bisa jadi sukses, bisa stuck di tempat, bisa gila, bisa nekat, bisa berpikir jalan pintas, bisa berada di posisi paling atas (kekayaan, kehormatan, jabatan) ataupun di posisi jatuh ke lubang yang paling dalam sekalipun (kemiskinan), semuanya dimulai dari sini. 


Masa-masa paling sulit menentukan sikap untuk mengambil langkah kecil yang memiliki pengaruh besar bagi masa depan. Masa-masa mengontrol ego, mengatur jadwal dan mendisiplinkan diri sendiri. Di dunia perkuliahan semua mahasiswa harus mandiri. Dosen tidak butuh mahasiswa, apalagi sibuk memperhatikan nilai-nilainya seperti guru di sekolahan dulu, tapi mahasiswa yang harus ada rasa butuh datang pada dosen demi satu kata, LULUS.






Ibarat menebar pakan ke kandang ayam. Setiap tahunnya manusia-manusia yang baru lulus itu pada rebutan buat dapat kerjaan yang layak seperti ayam-ayam yang rebutan pakan buat makan. Persaingan ketat, rebutan posisi, jabatan, kekuasaan. Nggak heran kalau kita baru menemui tipikal orang penjilat, orang yang senangnya mengadu domba, orang yang senang lihat teman susah, orang yang senangnya nge-babu-in dalam pekerjaan, semua jenisnya lengkap abis. Tinggal pilih mau terdampar di lingkungan kerja seperti apa. Kebayang kerasnya perjuangan ortu yang mampu ngehidupin gue sampe sebesar ini, ditengah keadaan seperti itu. Mau minta bill-nya sama mereka?? Mana sanggup gue buat bayar. Makanya jadi orang yang bener biar nggak usah nyusahin ortu!!! (Peringatan keras untuk diri gue sendiri).


Oke, balik lagi ngomongin soal pencarian jati diri dan pengalaman gue dalam pekerjaan yang belum seberapa. Di tahun 2010 itu gue masih masuk dalam tahap awal, masih abu-abu, belum jelas, masih pusying bin lieur kata orang sunda mah. Gue yang masih senang baca komik, nonton anime dan main game ini udah harus mulai serius memikirkan kelangsungan hidup gue di masa depan. Walau otak masih polos (cih..tidak mungkin), walau pengalaman masih minim (yap ini betul sekali), walau punya pacar belum pernah sekalipun (entah harus malu atau bangga, tapi yang naksir banyak juga sih, eaaa...mulai deh mulai), tapi gue selalu berusaha. 


Selepas resign dari pekerjaan pertama yang cuma 7 bulan itu (jiah bangga), gue puas-puasin dulu liburan plus belanja-belanja untuk refreshing. Gue pikir setelah itu bakalan gampang dapet kerjaan baru lagi. Ternyata alamak huwaaaaaaaw masya Alloh deh. Mungkin udah hampir 30 lamaran yang gue bikin terus gue masukkin ke berbagai perusahaan. Dari perusahaan besar yang pasti terjamin kalau masuk, sampai perusahaan kecil yang masih merangkak dan berkembang udah gue lamar juga. Bolak-balik interview sampai khatam pertanyaan apa yang bakal keluar dan tes seperti apa yang biasa diberikan. Tapi mungkin mas kawin gue belum cukup buat ngelamar mereka bruakakakakakakak. Nyengir ajalah kalau udah ngerasa perfect pas interview, tapi kok kaga dipanggil-panggil lagi?? Positive thinking aja, mungkin gue kebagusan buat mereka haaaaa..pede banget :P


Ngomong - ngomong soal pengalaman interview, ada beberapa perbincangan yang gue alami saat lagi interview. Gue share sedikit deh disini. Kalo diinget - inget lagi, bener - bener nyengir aja deh gue mah hahaha..



Interview 1

A      : "Kyaaaa...ini lucu buangeeet (ala-ala suara alay Yuki Kato)
           Sumpah ini lucu buanget, kamu yang bikin?"  
           (sambil ngasih liat cover CD portfolio gue)


Gue  : "Iya pak itu saya yang bikin, di dalem cd-nya masih banyak lagi pak..hehe"



A      : "Oh ya?? Duh sayang ya nggak ada laptop disini, 
           kamu nggak bawa portfolio yang udah di print aja?" 


Gue  : "Enggak ada pak, abisnya di koran lowongan nggak disuruh kasih print out portfolio kan"



A      : "Oh iya..ya, yaudah deh nanti saya hubungi lagi ya setelah saya liat portfolio kamu"


(Okey gue udah sangat senang dapet pujian, tapi berminggu-minggu kemudian. Taraaaaah gue nggak dihubungi lagi. Jadi apa maksudnya semua pujian ituuuuuuuuh T_T).


Interview 2


B      : "Hmm..jadi kamu baru resign ya dari perusahaan yang dulu?"


Gue  : "I..i..iya mas"
          (gyaaaaaaa emangnya mas-mas tukang jualan bakso T_T, salah nyebut gue)


(Mungkin dia merasa nggak dihormati karena gue panggil mas, harusnya gue tetep hormat walau yang interview kelihatan muda sekalipun, padahal dia bakal jadi atasan gue nanti kalau gue keterima. GAGAL deh gue). 


Interview 3


C      : "Disini hari kerja harus masuk setiap hari,
           libur 3 kali sebulan tapi harus pilih hari, gantian sama temen"

Gue  : "Oh gitu ya, kalau minggu nggak bisa libur ya?" 



D      : "Loh emangnya kenapa?"


Gue  : "Tiap minggu saya harus ngaji soalnya"


(Tiba-tiba masuk Big Boss yang punya perusahaan itu, matanya segaris, jangan disebut ah nanti rasis wkwkwk :P)


D      : "Pak katanya tiap minggu bisa libur nggak?" 

BB    : "Hah? Mau kemana hari minggu? Mau ke gereja? hahaha....."
           (suara tawanya menggelegar menyebalkan seperti Giant lagi ngejek Nobita)


Gue   : (Dalam hati) "Heeh lo nggak liat ape gue pake jilbab? Masa ke gereja?!?!"

           (Maklum mata cuma segaris sih ya, damn gue nggak boleh rasis)




(BB ketawa, C sama D juga ikut ketawa biarpun pake jilbab juga tapi karena nggak enak sama bos mereka yaah gue makluminlah posisi mereka, daripada dipecat GRRRRR....KZL)


C      : "Bukan pak, dia harus ikut pengajian tiap minggu katanya"

BB    : "Lah bukannya hari Islam itu jum'at ya? harusnya ngaji itu tiap jum'at"
           (wah dia yang rasis ternyata pemirsa, GRRRR KZL)
           (heloooo kita mah ibadah tiap hari kaleee, lagian emangnya lo doang yang boleh
            ibadah di hari minggu)

Gue : "Hehe" 
         (nyengir kecut, kalo gue ultah mungkin udah gue gantung dan gebukin dia kayak pinata wakakaka becandalah)


(Sekarang mikir aja, kalaupun iya gue ubah hari pengajian rutin gue ke hari jum'at, apa iya si BB bakal ngijinin gue libur tiap hari itu? sedangkan mereka bilang libur sebulan itu 3 kali dan harus pilih hari, mana harus gantian pula sama temen. Lagipula gue ngelamar jadi staff design woooy...staff back office, tapi kok hari kerjanya sama kayak SPG?? Kerjaan gue cuma ngedit foto bukan jualan di toko dan nemuin pembeli, dimana-mana pekerja kantoran itu hari kerjanya dari senin-jum'at, kalaupun sabtu masuk palingan cuma setengah hari, makanya keluarga gue minta ada pengajian di hari minggu itu karena selain hari itu orang-orangnya sibuk dengan pekerjaan dan di belahan dunia manapun yang pake kalender masehi, tanggal yang pasti merah itu ya cuma hari minggu. Nah kalau yang ini GAGAL sih biarin aja gue ga peduli, dan kalaupun gue dihubungi lagi, gue pasti tolak mentah-mentah. Dalam hidup harus balance dong urusan dunia dan akhiratnya, karena gue tau gue juga banyak dosa) eaaa sabar..sabar...





Huwaaah sekian dulu ah bahas soal hal-hal begini. Wkwkwk....satu hal yang selalu gue pegang teguh sejak dulu, gue hanya perlu "Percaya". Hidup adalah Pilihan, Keputusan dan Usaha kita dengan finishing sentuhan Takdir Allah. Gue udah mencoba ngelamar di perusahaan besar dan belum di terima, sampai merendahkan diri ngelamar di perusahaan abal-abal yang belum jelas asal-usul dan perkembangannya juga udah gue jabanin. Tapi mungkin gue memang nggak tepat berada disitu dan karena gue selalu cukup "Percaya", gue yakin di satu titik nanti, Allah telah menyiapkan "The Perfect Job" only for me hwehehehe...dari dulu juga selalu dan selalu seperti ini polanya. Gue nggak tau apa yang sebenarnya disebut lucky itu, karena gue selalu harus berusaha dan kerja keras 2 kali lipat lebih dari orang lain untuk mencapai sebuah hasil tertentu, mungkin karena gue perfeksionis juga. Tapi gue selalu menganggap semua yang gue lewati seolah gue seseorang yang happy go lucky ajalah daripada pusing hahaha dan seperti yang gue pernah bilang di tulisan sebelum ini bahwa proses dari sebuah usaha itu tidak pernah membohongi hasil, maka hasil yang gue dapet juga memang selalu worth it buangeeeet, walau kadang "hilalnya" keliatan lamaaaa karena kemalasan gue juga, bruakakakaka tapi yah cukup percaya ajalah dan jangan hidup ngotot. Alhamdulillah thanks ya Allah, ai lop yu pulll XD  


THE END



P.S : Dari semua interview yang gue ceritain di atas, ternyata interview ketiga dan yang paling nggak gue harapkan malah yang menghubungi gue terus-terusan. Gue saat itu menjawab semua pertanyaan dengan pede banget, mungkin karena dia berani nyolek emosi gue jadi keluar semua kemampuan silat gue...yaelah...silat lidah maksudnya wkwkwk, soalnya bukan cuma gara-gara rasis tadi, tapi juga soal fasilitas dan jobdesk yang naudzubillah nggak sesuai dengan salary, mana bonus dan kenaikan gaji juga jarang malah nggak ada kata dia, apalagi mau mikirin jenjang karir. Gile lu ndro mata segaris, hemat pangkal kaya, pelit pangkal miskin lhoooo (peribahasa suka-suka gue). Duuuuh kuliah susah-susah dan mahal selama 4 tahun ditawar semurah itu...diiih emang kita cewe apaan...mahahahaha.....


Oya P.S lagi, semua stiker yang gue pakai disini adalah stiker untuk aplikasi LINE, hasil kolaborasi gue dan sobat gue saat masih bekerja di sebuah perusahaan game setahun yang lalu, nama stikernya Chick a Boom, download yaaah (jiah promosi).