The Animals L-O-V-E Meh

The Animals L-O-V-E Meh

Rabu, 08 Februari 2012

The Occupation (Part 2)

    Saat gue kecil dan masih sekolah dulu, tiap pagi berangkat sekolah pasti waktunya selalu bareng sama orang-orang yang mau pergi kerja. Ada yang naik kendaraan sendiri, ada yang masih naik angkot. Tampilan mereka beda-beda, ada yang keliatan rapi seperti pegawai kantoran, ada yang udah dandan cantik seperti pegawai bank. Very busy, looks like an important person and makes me want to grow up fast.

     Belakangan saat umur 22 tahun dan baru aja lulus kuliah, gue tau semua hal itu ngga seindah bayangan gue. Terutama memang karena tuntutan hidup yang utamanya sih butuh ngisi perut dan berbagi gizi dengan cacing-cacing alias makan. Tapi yang paling menakutkan adalah tingkat kerumitan hidup manusia dimulai dari detik ini. Semua aspek dalam hidup mengalami peningkatan level yang ngga akan bisa kita tolak atau abaikan setiap kali bertambah umur, karena semua manusia pasti tumbuh. Inget!! Di dunia ini ngga ada yang konstan.


    Omong-omong soal pencarian jati diri dimulainya adalah saat SMA?? Hmm..gue amat sangat ngga setuju. Terlebih lagi, saat itu kita masih punya tujuan pasti yaitu sekolah. Biaya makan, biaya sekolah, dan biaya-biaya lainnya masih jadi tanggungan orang tua. Jadi apanya yang bisa disebut sebagai pencarian jati diri? Kalo masa-masa SMA adalah masa-masa nakalnya seseorang, punya rasa ingin tahu yang besar, pengen coba-coba, itu sih ngga termasuk sebagai pencarian jati diri. Tapi masuk tahap perkembangan pengetahuan.


     Bagi gue, masa-masa pencarian jati diri dimulai saat udah lulus kuliah (berhenti mengikuti alur yang sudah ditetapkan dan mulai memilih jalan hidup dengan cara masing-masing). Manusia bisa jadi sukses, bisa stuck di tempat, bisa gila, bisa nekat, bisa berpikir jalan pintas, bisa berada di posisi paling atas (kekayaan, kehormatan, jabatan) ataupun dalam posisi jatuh ke lubang yang paling dalam sekalipun (kemiskinan), semuanya dimulai dari sini. Masa-masa paling sulit menentukan sikap untuk mengambil langkah kecil yang memiliki pengaruh besar untuk masa depan. 


     Ibarat nyebarin pakan ke kandang ayam. Tiap tahunnya manusia-manusia yang baru lulus pada rebutan buat dapet kerjaan yang layak seperti ayam-ayam yang rebutan pakan buat makan. Persaingan ketat, rebutan posisi, jabatan, kekuasaan. Ngga heran kalo kita baru nemuin tipikal orang penjilat, orang yang senengnya ngadu domba, orang yang seneng liat temen susah, orang yang senengnya nge-babu-in dalam pekerjaan, semua jenisnya lengkap abies. Tinggal pilih mau terdampar di lingkungan kerja seperti apa.


   Kebayang kerasnya perjuangan ortu yang mampu ngehidupin gue sampe sebesar ini, ditengah keadaan seperti itu. Mau minta bill-nya sama mereka?? Mana sanggup gue buat bayar. Makanya jadi orang yang bener biar ngga usah nyusahin ortu!!! (Peringatan keras untuk diri gue sendiri).


Fiuuuuuhhh...still To be continued..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar